Semakin Nyata, Potret Kacau Balaunya Sepakbola Indonesia

Keputusan Liga untuk menyelenggarakan pertandingan ulang antara Persik vs Persebaya nampaknya tidak selaras dengan keputusan Komisi Disiplin (Komdis PSSI). Dalam sidang Komdis tanggal 7 Juni 2010 beberapa keputusannya menyangkut kasus pertandingan antara Persik melawan Persebaya.
Keputusan-keputusan tersebut adalah ;
*) Samsul Ashar, Ketua Umum Manajemen Persik Kediri dihukum Peringatan Keras karena menandatangani permohonan banding Persik Kediri yang seharusnya tidak boleh mengajukan banding. (ISL : Persik Kediri vs Persebaya Surabaya, 29 April 2010).
*) Persik Kediri dihukum denda Rp. 30.000.000,- karena mengajukan permohonan banding (ISL : Persik Kediri vs Persebaya Surabaya, 29 April 2010).
Menjadi sebuah pertanyaan adalah keputusan mana yang harus diikuti. Dengan adanya kepastian laga ulang antara Persik melawan Persebaya, otomatis keputusan Komdis diatas menjadi gugur, padahal keputusan Komdis tersebut diambil akibat Persik melakukan upaya banding yang menurut Komdis seharusnya tidak boleh mengajukan banding. Dan anehnya pula, Komdis memutuskan hukuman untuk Ketua Umum dan Persik Kediri tersebut setelah Komisi Banding meluluskan upaya banding Persik untuk menggelar laga ulang.
Inilah potret kacau balaunya sepakbola Indonesia. Aturan yang sudah dibuat pun bisa dilanggar seenaknya saja, tidak ada istilah taat aturan dalam sepakbola Indonesia, semua bisa dikompromikan. Dimana regulasi mengenai pertandingan sepakbola di Indonesia ketika masing-masing komisi di PSSI saling timpa-menimpa keputusan yang tidak berjalan beriringan. Entah pentas sandiwara apalagi yang digelar PSSI terhadap sepakbola di Indonesia.
Apa yang diharapkan oleh masyarakat pencinta sepakbola nasional dengan adanya Kongres Sepakbola Nasional (KSN) dengan adanya perubahan-perubahan menuju perbaikan sepakbola Indonesia nampaknya musnah sudah. Tidak ada pembenahan bahkan semakin dalam jurang yang digali untuk sepakbola Indonesia.
Masih sulit rasanya mendambakan adanya kemajuan dalam sepakbola Indonesia. Jangan bermimpi dulu akan prestasi, benahi dulu roda penggerak sepakbola nasional. Tidak akan pernah akan ada prestasi selama carut-marut sepakbola Indonesia masih terus digulirkan dan dipertahankan seperti saat ini. Kita masih harus menanti adanya orang yang berada dalam lingkaran “penguasa” untuk bergerak membenahi sepakbola Indonesia, entah sampai kapan…
Posted In: Opini Sepakbola, Sepakbola Nasional |Tags: keputusan aneh, keputusan liga, laga ulang, Persik vs Persebaya, potret sepakbola indonesia

























Itulah keunikan Indonesia…