Dua Kontroversi!
Pada pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia 2010 hari ini (28/06) dan malam tadi (27/06) yang mempertemukan Jerman melawan Inggris dan Argentina yang berhadapan dengan Meksiko, nampaknya wasit membuat suatu kesalahan yang sangat fatal. Kesalahan paling fatal dilakukan oleh hakim garis, uniknya keduanya berada di sisi yang sama yaitu sebelah kiri dari gawang yang menjadi kontroversi. Dan yang menjadikan keduanya bakal dikenang karena terjadi pada momen-momen krusial.
Paling tragis adalah gol Frank Lampard yang tidak dianggap sebagai gol oleh pengadil pertandingan, padahal dalam tayangan ulang di televisi jelas sekali bola telah melewati garis gawang. Apabila gol Lampard tersebut dianggap ada, maka kedudukan menjadi 2-2 dan pertandingan pun akan semakin menarik dan mungkin saja hasil akhir akan menjadi berbeda. Sayang hakim garis terlambat mengejar laju bola sehingga gol tersebut tidak merubah skor, dan akhirnya Inggris harus pulang karena kalah 1-4 dari Jerman.
Kontroversi kedua adalah gol pertama Argentina yang dicetak oleh Carlos Tevez. Bola tendangan Messi yang disambut sundulan Tevez jelas sekali terjadi offside terlebih dahulu. Tevez sudah berada jauh di belakang bek terakhir Meksiko dan tinggal berhadapan dengan kiper. Wasit di tengah lapangan nampaknya ragu terhadap gol tersebut sehingga harus berkonsultasi dengan hakim garis, entah alasan apa yang dipakai hakim garis sehingga wasit tetap mensahkan gol tersebut.
Mungkin saatnya FIFA mengkaji ulang lagi untuk menggunakan rekaman ulang pada momen-momen seperti itu. Bisa saja rekaman ulang diputar apabila terjadi kasus-kasus seperti dalam pertandingan antara Jerman vs Inggris dan Argentina vs Meksiko tersebut. Namun inilah uniknya sepakbola, meski peraturan sudah jelas namun yang berperan besar ketika di lapangan adalah mata manusia yang punya banyak kelemahan. Dan uniknya lagi, kontroversi-kontroversi ini menjadi bumbu yang menarik dalam sepakbola.
Untung saja kedua kesalahan fatal tersebut terjadi di Piala Dunia, dimana para pemainnya tetap menghormati keputusan wasit. Coba saja kalau terjadi di Indonesia, protes kemungkinan besar berlangsung keras hingga brutal dan mungkin akan terjadi mogok bermain bahkan bisa jadi ada orang-orang yang merasa penting masuk ke lapangan mengejar wasit. Semoga seluruh komponen sepakbola di Indonesia mau belajar untuk menghormati kelemahan wasit.
Posted In: Sepakbola Dunia |Tags: Argentina vs Meksiko, gol Lampard, gol Tevez, Jerman vs Inggris, kontroversi, Piala Dunia 2010
























Benar sekali,, memang wasit harus di hormati.. Walau terkadang gusar melihat kesalahan wasit yg begitu fatal.. Tapi saya bisa membayangkan kejadian itu terjadi di indonesia.. Pasti bukan hanya manajemen club/pemain yg mengejar wasit,tapi suporter urakan dan anarkis pun pasti ikut2tan dan merusak fasilitas di negeri ini..
Bravo sepakbola indonesia..junjung tinggi Fair play kawan.
piala dunia berikutnya tahun 2014 di Brasil akan mulai digunakan rekaman video untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan. mestinya dari dulu aja ya memanfaatkan teknologi untuk membantu mata manusia yang banyak kelemahannya. apakah bos FIFA gaptek ?
mungkin wasitnya harus diberikan peringatan keras oleh FIFA
Emang ada hakim garis yang di sisi kanan gawang?
Admin bicarabola.com : wah cermat sekali anda membaca tulisan saya, thanks. Maksud saya tentunya juga sama-sama berada di sebelah kiri layar televisi hehehe…sekali lagi thanks
bener tuh, kalo ada di Indpnesia bisa ribut hehehe.
Tapi memang seharusnya sepakbola mulai menggunakan teknologi agar permainan menjadi lebih akurat hasilnya
Piala dunia kali ini banyak bgt ya kontroversi dan kejutan yang terjadi.
Sob…link udah bener-bener dipasang silakan di cek klik namaku…