Kerancuan Putusan Komisi Banding dan Komisi Displin
Terkait dengan pertandingan ulang antara Persik Kediri melawan Persebaya Surabaya yang hingga kini belum ada kejelasan apakah akan digelar atau tidak, ada kerancuan dalam putusan dua komisi di PSSI yang selama ini menangani pelanggaran-pelanggaran aturan dalam sepakbola Indonesia. Bahkan PT Liga pun yang menjadi organisator kompetisi sepakbola di Indonesia, belum berani mengambil keputusan mengenai pertandingan yang akan sangat menentukan nasib tiga klub yaitu Pelita Jaya, Persebaya dan Persik dalam prosedur degradasi dan play off.
Sebelumnya, Komisi Disiplin (Komdis) sudah menjatuhkan putusan bahwa Panpel Persik dianggap gagal menggelar pertandingan sehingga Persik dijatuhi hukuman kalah WO (Walk Out) 0-3 dan denda sebesar 25 juta rupiah. Namun dalam perjalanannya, menjelang kompetisi Liga Super berakhir (27/05/10), Komisi Banding (Komding) menganulir putusan Komdis sebelumnya dan merekomendasikan bahwa pertandingan antara Persik melawan Persebaya untuk dijadwal ulang oleh Liga.
Sampai disini, sebetulnya sudah tercium aroma ketidak beresan dalam keputusan tersebut, karena sebenarnya kasus ini mirip dengan yang dialami panpel Persija ketika gagal melaksanakan pertandingan melawan Persiwa sehingga Persija dikenai sanksi kalah WO 0-3 plus denda. Akan tetapi Komding menyatakan bahwa hal tersebut tidak bisa disama ratakan, harus dilihat kasus per kasus.
Yang lebih mencengangkan lagi adalah keputusan Komisi Disiplin yang melakukan sidang pada tanggal 7 Juni 2010, dimana beberapa keputusannya menyangkut kasus pertandingan antara Persik melawan Persebaya. Keputusan-keputusan tersebut adalah ;
*) Samsul Ashar, Ketua Umum Manajemen Persik Kediri dihukum Peringatan Keras karena menandatangani permohonan banding Persik Kediri yang seharusnya tidak boleh mengajukan banding. (ISL : Persik Kediri vs Persebaya Surabaya, 29 April 2010).
*) Persik Kediri dihukum denda Rp. 30.000.000,- karena mengajukan permohonan banding (ISL : Persik Kediri vs Persebaya Surabaya, 29 April 2010).
Bagi pengamat sepakbola Indonesia, tentu ini sebuah hal yang mengagetkan. Ada apa dengan Komisi Disiplin dan Komisi Banding? Terkait dengan siapa yang benar dan siapa yang salah, mari kita tunggu apa yang akan terjadi nanti. Namun satu yang pasti, sepakbola Indonesia tidak akan pernah bisa maju apabila organisasi yang mengurus sepakbola Indonesia itu sendiri tidak bisa menunjukkan sikap profesional dan taat aturan. Setuju?
Posted In: Opini Sepakbola, Sepakbola Nasional |Tags: Komisi Banding, Komisi Disiplin, Persik vs Persebaya, pertandingan ulang, PSSI

























karancuan ini yang sering menyebabkan sepakbola kita jadi keracunan huft
yang jelas, gagal menjalankan pertandingan seharusnya harus dianggap kalah dengan angka 3-0
gak bisa dilihat kasus per kasus
semua sama
belajarlah dari piala dunia ini
jangan mudah menganulir keputusan.
Yg jelas keputusan ini punya tujuan “mulia” yaitu sebisa mungkin menyelamatkan tim “bakrie” Pelita Jaya, entah berapa yg disodorkan pihak pelita hingga Komding mengeluarkan keputusan yg tdk populer ini. Dan tujuan lain mungkin untuk mendepak Persebaya dgn Boneknya dari ajang ISL.