Perang Bintang ISL 2010 Di Pindah Ke Kanjuruhan
Menyusul pembatalan ijin dari Polda Metro Jaya mengenai pelaksanaan Perang Bintang ISL 2010, pertandingan yang mempertemukan ISL All Stars melawan Arema Indonesia akhirnya di pindah ke Stadion Kanjuruhan, Malang. Pembatalan pemberian ijin ini tak lepas dari rangkaian kerusuhan yang melibatkan The Jakmania usai laga Persija Jakarta vs Arema Indonesia, 30 Mei 2010. Kejadian ini dianggap sudah cukup meresahkan.
“Pihak kepolisian tidak ingin peristiwa itu terulang lagi. Oleh karena itu, mereka tidak memberikan izin pertandingan dilangsungkan di Jakarta. Polisi mengatakan tidak ingin pertandingan sepak bola dirusak dengan hal-hal negatif,” ungkap CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (2/6/2010). (Kompas Bola)
“Kerusuhan dan perkelahian yang melibatkan oknum The Jakmania menurut kacamata Polda sudah sangat meresahkan masyarakat. Dan kami memahami keputusan ini,” lanjut Joko.
Kerusuhan memang masih menjadi momok bagi penyelenggaraan sepakbola di Indonesia, fanatisme yang sempit selalu terbukti banyak menimbulkan sisi negatif daripada nilai positifnya, pembatalan penyelenggaraan laga Perang Bintang ISL ini adalah bukti paling aktual. Entah sampai kapan simpatisan klub sepakbola menyadari hal ini (saya tidak mau menyebut oknum-oknum perusuh tersebut sebagai suporter, karena suporter adalah pendukung sepakbola bukan perusak sepakbola).
Dengan pembatalan penyelenggaraan di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, ini maka beberapa agenda yang sudah disusun sebagai bagian dari penyelenggaraan Perang Bintang ISL 2010 juga ikut dibatalkan. Perang Bintang tim ISL U-21, kunjungan sosial, Olimpiade Suporter dan One Day Footbal Festival dibatalkan pelaksanaannya. Sungguh sangat disayangkan, sebuah agenda acara yang bagus dan sudah tersusun rapi dirusak oleh oknum-oknum yang mengaku pendukung sepakbola namun tidak mencintai sepakbola itu sendiri.
Posted In: Opini Sepakbola, Pengamanan Sepakbola, Sepakbola Nasional |Tags: kerusuhan sepakbola, perang bintang isl 2010, pindah tempat























