Arema Kokoh Di Puncak Setelah Kalahkan Persela 2-1
Arema Indonesia memperbesar peluang meraih juara Liga Super Indonesia musim ini setelah mengalahkan Persela Lamongan 2-1. Hasil ini membuat Arema kokoh di puncak klasemen sementara unggul selisih enam poin dengan peringkat kedua Persipura Jayapura dalam perebutan tahta Liga Super. Sedangkan bagi Persela, kekalahan ini membuat mereka masih terancam untuk turun kasta.
Arema terus menyerang sejak peluit wasit dibunyikan tanda pertandingan dimulai. Serangan Arema lebih banyak mengandalkan dua pemain sayapnya yang memang mempunyai kecepatan di atas rata-rata terutama M. Ridhuan yang sering mampu menerobos hingga kotak pinalti Persela. Persela sendiri hanya mengandalkan serangan balik dan terus memperkuat pertahanan untuk meredam kecepatan para pemain Arema.
Seringkali pemain bertahan Persela harus melakukan pelanggaran untuk menghentikan serangan Arema, namun strategi ini hampir berantakan ketika tendangan bebas Esteban Gulllien di menit 28 hampir saja berbuah gol, tiang gawang masih menyelamatkan Persela dari kebobolan. Sundulan
Terus diserang bukan berarti Persela tidak mempunyai peluang. Tendangan Zada di awal babak pertama masih melenceng, begitupun tendangan Jimmy Suparno di pertengahan babak pertama. Di akhir babak pertama, striker Persela yang seringkali merepotkan pertahanan Arema, Syamsul Arif, berhasil membuat Persela unggul 1-0 di babak pertama. Aksi individu dan tendangan keras pencetak gol terbanyak Piala Indonesia musim lalu ini tidak mampu dihadang kiper Arema, Kurnia Meiga.
Aksi Roman Chmelo
Tertinggal 0-1 di awal babak kedua membuat mental para pemain Arema sedikit goyah. Permainan keras akibat tekanan harus menang dalam pertandingan ini membuat para permainan Arema sedikit kacau. Striker Arema asal Slovakia, Roman Chmelo, menciptakan gol yang menyamakan kedudukan di menit 59. Berawal dari umpan lambung Esteban, Chmelo berhasil mengontrol bola dan melepaskan tendangan yang mengoyak gawang Persela.
Arema harus berterimakasih pada Chmelo, dua menit setelah gol pertama Chmelo berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 setelah tendangannya dari luar kotak pinalti kembali menjebol gawang Persela. Arema mempunyai peluang memperbesarkan kedudukan melalui titik pinalti, namun sayang tendangan yang diambil Pierre Njanka berhasil ditepis kiper Persela.
Sebuah insiden terjadi di pertengahan babak kedua. Kejadian berawal dari pelanggaran Noh Alam Shah terhadap FX Yanuar. Along (panggilan Noh alam Shah) yang mencoba meminta maaf dengan memeluk Yanuar dari belakang malah mendapatkan sikutan. Along yang tidak terima, mengejar Yanuar hingga keluar lapangan pertandingan meski sudah dicegah oleh teman-temannya. Akibat insiden ini, wasit Oki Dwi memberikan kartu merah untuk keduanya.
Permainan keras menjurus kasar mewarnai pertandingan setelah insiden tersebut. Di menit-menit akhir pemain belakang Persela, Fabiano Beltrame, berhasil diselamatkan oleh Kurnia Meiga. Hingga peluit akhir dibunyikan kedudukan tetap 2-1 untuk kemenangan Arema.
Hasil Pertandingan ISL 2009/2010 (4 April 2010)
Arema vs Persela : 2-1
(Roman Chmelo 59,61 ; Syamsul Arif 45)
PSPS vs PSM
(M. Isnanini, Putut Waringin Jati [2])
Tags: Arema vs Persela, Hasil Pertandingan, klasemen, liga super Indonesia























