Lagi! Sikap Plin-Plan PSSI Bikin Bingung
PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) seolah belum puas membuat berbagai kontroversi di dalam sepakbola Indonesia. Keputusan PSSI yang membatalkan pengurangan tiga poin bagi Persikabo Kabupaten Bogor belum juga jelas arah penyelesaiannya. Padahal babak delapan besar Divisi Utama rencananya akan dimulai pada tanggal 28 April 2010 mendatang.
Persikabo dihukum pengurangan tiga poin akibat memutus kontrak pemain asal Kamerun, Ndjee Bakena Noah, pada musim kompetisi 200/2009. FIFA sebagai organisasi sepakbola tertinggi di dunia memenangkan gugatan pemain asal Kamerun tersebut dan memutuskan bahwa Persikabo harus membayar sisa uang kontrak sebesar 347 juta, denda 6000 Franc Swiss kepada FIFA dan pengurangan tiga poin di kompetisi 2009/2010. Keputusan ini tertuang dalam surat FIFA bernomor 090055 PST IDN ZH 2009. Keputusan ini ditindaklanjuti dengan SK PSSI bernomor 51/VI/2009 mengenai pengurangan poin terhadap Persikabo serta PT Liga Indonesia yang memberikan pengurangan poin Persikabo sebanyak tiga poin di musim ini.
PSSI berdalih bahwa pengurangan poin terhadap Persikabo sudah tidak berlaku lagi karena sisa uang kontrak terhadap Ndjee Bakena Noah dan denda sudah dibayarkan, namun sebelumnya PSSI juga menyatakan bahwa pengurangan nilai Persikabo sudah diberlakukan musim depan. PT Liga Indonesia pun dalam situs resmi mereka memberlakukan pengurangan poin terhadap Persikabo musim ini, namun dalam pernyataan lanjutan, PT Liga Indonesia menyatakan bahwa reduksi poin terhadap Persikabo berlaku musim depan. Sikap tidak konsisten kedua lembaga penting dalam sepakbola Indonesia inilah yang membuat permasalahannya menjadi semakin sulit diselesaikan.
Kalau menilik Pasal 30 Kode Disiplin FIFA dan PSSI yang menyatakan bahwa pengurangan poin hanya bisa dilakukan pada saat kompetisi sedang berjalan atau musim berikutnya, maka pengurangan poin ini hanya bisa terjadi pada musim 2008/2009 atau musim ini mengingat kasus ini terjadi di musim 2008/2009 dan keputusan FIFA berlaku mulai Juli 2009 atau sebelum kompetisi musim ini berlangsung.
PSMP Tetap Bersiap Ke Delapan Besar
PS Mojokerto Putra (PSMP) tetap mempersiapkan diri menghadapi putaran delapan besar Divisi Utama karena belum ada keputusan mengenai permasalahan pengurangan poin untuk Persikabo. Bahkan PSMP kabarnya sudah mengirim surat keberatan langsung ke FIFA terkait dengan polemik ini. PSMP tetap berpedoman dengan SK PSSI bertanggal 23 Desember 2009 yang menyatakan bahwa pengurangan poin terhadap Persikabo berlaku musim ini.
PSMP masih berkeyakinan bahwa PSSI tidak akan berani menganulir keputusan FIFA terkait dengan pengurangan poin terhadap Persikabo. Para pemain PSMP tetap berlatih guna mempersiapkan diri menghadapi putaran delapan besar Divisi Utama dimana apabila keputusan pengurangan poin Persikabo tetap diberlakukan maka PSMP akan berada Grup A bersama Persiram Raja Ampat, Semen Padang dan Persiba Bantul. Pertandingan Grup A 8 Besar Divisi Utama akan berlangsung di Stadioan Andi Matalatta, Makassar.
Terlepas dari siapa yang benar sebenarnya permasalahan ini dapat diselesaikan apabila sudah ada keputusan tetap yang tidak berubah-ubah sebelum kompetisi Divisi Utama musim ini digelar atau setidaknya sebelum putaran kedua Divisi Utama musim ini. Bukan pada saat kompetisi sudah memasuki saat-saat akhir ketika poin Persikabo kalah dari poin PSMP yang menyebabkan Persikabo gagal lolos ke babak delapan besar, apabila pengurangan poin tersebut diberlakukan musim ini. Ada apa dengan PSSI yang selalu plin-plan dan sulit menerapkan aturan yang bahkan sudah dibuatnya sendiri?
Posted In: Opini Sepakbola, Sepakbola Nasional |Tags: kasus, kontroversi, Persikabo, PSMP, PSSI, sepakbola Indonesia

























saatnya reformasi PSSI besar-besaran, di tubuh PSSI sudah terjangkit penyakit yang sangat kronis, selama ketua dan anggotanya itu itu juga, timnas g bakal bisa maju
Malas deh liat rejim nurdin halid, mending tidur.
Bubarkan aja pengurus PSSI sekarang, ganti ama yang ngerti urusan bola dan orang yang mau memajukan sepakbola di Indonesia.
Bubarkan aja pengurus PSSI sekarang, ganti ama yang ngerti urusan bola dan orang yang mau memajukan sepakbola di Indonesia.