Presiden Bermimpi Indonesia ke Piala Dunia
Saat berada di atas Kereta Api Luar Biasa tujuan Jakarta-Cirebon untuk menghadiri peresmian jalan tol Kanci Pejagan di Cirebon, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berharap sepakbola Indonesia bisa berjaya di ajang Piala Dunia. Patut disyukuri prestasi sepakbola Indonesia masih mendapat perhatian dari pemimpin negara kita ini. “Piala Dunia seperti menginspirasi dan memotivasi kita untuk bisa melakukan revitalisasi atau kebangkitan kembali persepakbolaan Indonesia untuk bisa kembali berjaya di tingat Asia Tenggara atau ASEAN atau bahkan di tingkat Asia,” kata SBY.
SBY masih berharap bahwa olahraga rakyat ini bisa berprestasi di masa mendatang. Sepakbola memang bukan olahraga biasa, hampir seperempat rakyat Indonesia menjadi penikmat olahraga tontonan ini. Dengan demikian, prestasi sepakbola nasional merupakan sebuah kebanggaan tiada tara bagi masyarakat Indonesia. Dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk mendukung kemajuan sepakbola Indonesia.
Sudah lama, menurut SBY, rakyat merasa harusnya Indonesia bisa unggul tampil di ASEAN, tapi kenyataannya tidak. “Paling tidak dalam lima tahun ini kita persiapkan semuanya, kita cari atletnya, menentukan metode pelatihannya, siapa berbuat apa, apa kita buat tiga tim nasional mewakili Indonesia barat, Indonesia tengah dan Indonesia timur,” usul SBY. Keprihatinan dan kepedulian Presiden ini sangat dinanti oleh masyarakat pecinta sepakbola Indonesia, apalagi apabila dilanjutkan dengan kerja nyata.
Tanpa Dukungan Pemerintah, PSSI lanjutkan Bidding
Belum adanya surat dukungan pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2022 dari Pemerintah Republik Indonesia, tidak membuat PSSI menyerah dan mundur dari proses pencalonan. “Tidak ada kata mundur dari bidding Piala Dunia 2022,” tegas Nurdin kepada wartawan dalam jumpa pers World Cup Trophy Tour di Hotel Mulia Senayan.
PSSI terancam tak bisa melanjutkan upaya bidding tersebut karena belum mendapat dukungan dari pemerintah. Padahal FIFA mensyaratkan setiap asosiasi sepakbola yang mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia mendapat dukungan dari pemerintah, dengan tenggat waktu diberikan hingga 9 Februari 2010. Namun Nurdin manyatakan bahwa dukungan pemerintah hanya salah satu dari 17 tahapan yang harus dilalui dalam proses pencalonan ini.
Meski dukungan pemerintah sangat penting karena membawa nama bangsa, namun ada atau tidak dukungan pemerintah, status Indonesia sebagai calon tuan rumah Piala Dunia tidak akan gugur. Semoga saja PSSI bukan hanya nekat dan menghamburkan uang rakyat, namun juga berhitung dengan peluang dalam perebutan jatah tuan rumah Piala Dunia 2022 yang kemungkinan juga akan menyertakan Amerika Serikat dan Rusia.
Posted In: Featured, Sepakbola Nasional |Tags: Indonesia, Presiden, PSSI, sepakbola, tuan rumah Piala Dunia
Related PostsSecurity Officer : Kunci Keamanan dan Keselamatan Pertandingan
Sea Games 2009 : Preview Indonesia vs Singapura
Jadwal Sepakbola Sea Games 2009




















