Calon Pelatih Timnas Indonesia
Benny Dollo memang tetap akan menjadi pelatih tim nasional senior sepakbola Indonesia hingga usai pertandingan terakhir Pra Piala Asia 2011 melawan Australia (3 Maret 2010). Meskipun kontraknya sudah habis bulan ini, Bendol (yang kini menjadi pelatih kepala Persija) tetap akan mendampingi timnas sebagai pelatih pinjaman dari Persija Jakarta. Meski sudah dikritik secara pedas oleh masyarakat di berbagai media, nampaknya PSSI belum mau berubah dan tetap melakukan keputusan-keputusan yang tidak populis.
Jangan sampai nanti persiapan yang pendek menjadi alasan Badan Tim Nasional (BTN) dan PSSI apabila sepakbola Indonesia kembali gagal di Piala AFF 2010 dan Pra Piala Dunia 2014. Alangkah lebih bijaksana kalau pemilihan pelatih tim nasional Indonesia dilakukan sebelum pertandingan melawan Australia, sebagai persiapan sebelum perhelatan yang akan diikuti selanjutnya. Toh apapun hasil pertandingan melawan Australia tidak berdampak apapun, sehingga lebih bijak apabila pertandingan melawan Australia difungsikan untuk ujicoba pelatih baru serta supaya pelatih baru lebih mengenal karakter pemain-pemain sepakbola Indonesia.
Pemilihan pelatih baru sebelum bulan maret sangat penting, mengingat ada tiga klub Indonesia yang akan berlaga di kompetisi tingkat Asia. Kalau sesuai jadwal, bulan februari dan maret merupakan saat dimana klub Indonesia berkompetisi di level Asia. Saat tepat untuk menunjuk pelatih baru adalah bulan februari, supaya pelatih baru ini dapat memantau permainan klub yang berlaga di level Asia.
Calon Pelatih Tim Nasional Indonesia
Beberapa waktu yang lalu, bicarabola sudah memulai sebuah jajak pendapat untuk mencari siapa yang layak menjadi pelatih tim nasional Indonesia. Ada lima kandidat yang diajukan yaitu Robert Rene Albert (pelatih Arema Malang), Rachmad Darmawan (pelatih Sriwijaya FC), Jacksen F Tiago (pelatih Persipura), Ivan Kolev (mantan pelatih timnas Indonesia) dan Benny Dollo (pelatih timnas Indonesia saat ini). Jajak pendapat ini memang tidak menginterpretasikan keinginan masyarakat pencinta sepakbola Indonesia seluruhnya, namun cukup untuk memberi sedikit masukan bagi BTN.
Hasil dari jajak pendapat tersebut menempatkan Robert Rene Albert sebagai kandidat utama, mungkin saja prestasi Arema Malang sebagai pemuncak sementara Liga Super Indonesia menjadi acuan para responden yang memilih Robert. Robert mendapat 27 persen suara, sedangkan pelatih lokal yang sejak lama dianggap layak menjadi pelatih timnas Indonesia, Rachmad Darmawan, mendapat 20 persen suara. Selanjutnya Jacksen F Tiago mendapat 15 persen suara dan Benny Dollo mendapat 3 persen suara.
Selain nama-nama diatas, responden juga memberikan beberapa nama yaitu mantan pelatih timnas lain Peter White dan pelatih muda Widodo C Putro. Responden pun juga menyertakan nama-nama terkenal seperti Guus Hiddink hingga Mark Hughes, bahkan mungkin karena frustasi ada responden yang memilih Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, sebagai calon pelatih timnas Indonesia. Disamping itu ada satu nama yang beredar di media sebagai calon kuat pelatih pengganti Benny Dollo yaitu Abdurrahman Gurning. Meskipun dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dalam kursus kepelatihan AFC, namun sisi lemahnya adalah kurangnya pengalaman melatih tim besar.
Siapapun yang akan dipilih oleh BTN untuk melatih timnas Indonesia, baik pelatih lokal maupun pelatih asing, ada beberapa hal yang patut untuk diperhatikan. Pelatih baru nanti harus mampu berkomunikasi baik dengan pemain Indonesia, mengenal karakter sepakbola Indonesia dan Asia, serta memiliki independensi serta visi dan misi yang jelas dalam melaksanakan tugasnya. Jangan sampai ada salah pilih pemain dan pemain titipan dalam tim nasional Indonesia.
Profil Calon Pelatih Tim Nasional indonesia
Robert Rene Albert
Lahir : Belanda, 14 November 1954
Kewarganegaraan : Belanda
Pekerjaan Saat ini : Pelatih Arema Malang
Karir Kepelatihan :
* Pelatih Muda Kepala Hittraps IK Swedia
* Pelatih Senior Kepala Hittraps IK Swedia
* Pelatih Senior Kepala Astorps IK Swedia
* Pelatih Senior Kedah FA Malaysia
* Pelatih Senior Tanjong Pagar FC Singapura
* Pelatih Senior Home United FC Singapura
* Pelatih Kepala Timnas Korea Selatan U-17 (2004)
* Pelatih Kepala Timnas Malaysia U-19 (2007)
* Direktur Teknik Football Association of Malaysia (FAM) (2005-2008)
* Pelatih Kepala Sarawak FA (2009)
* Instruktur pada Kursus Kepelatihan Federasi Sepakbola Swedia (SvFF)
* Instruktur pada Kursus Kepelatihan AFC Courses
* Anggota Technical Study Group for Korean world Cup
* Penanggung jawab Progam Pendidikan Kepelatihan Sepakbola Korea Football Federation (KFA)
* Pelatih Arema Malang 2009 – saat ini
Rachmad Darmawan
Lahir : Lampung, 26 November 1966
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan Saat ini : Pelatih Sriwijaya FC
Karir Kepelatihan :
* Asisten Pelatih Timnas Piala Tiger 2002
* Pelatih Persikota 2003
* Pelatih Persipura 2005
* Pelatih Persija 2006
* Pelatih Sriwijaya FC 2007 – saat ini
Prestasi :
* Juara Liga Indonesia 2005 bersama Persipura
* Juara Copa Indonesia 2007 bersama Sriwijaya FC
* Juara Liga Indonesia 2007 bersama Sriwijaya FC
Jacksen F Tiago
Lahir : Brasil, 28 Mei 1968
Kewarganegaraan : Brasil
Pekerjaan Saat ini : Pelatih Persipura Jayapura
Karir Kepelatihan :
* Klub Assyabaab (anggota kelas utama Persebaya) 2002-2003
* Persebaya (Divisi Satu) 2003
* Pelatih Persebaya 2004
* Pelatih Persita Tangerang 2006
* Pelatih Persiter Ternate 2007
* Pelatih Mitra Kukar 2008
* Pelatih Persitara Jakarta Utara 2008
* Pelatih Persipura Jayapura 2009 – saat ini
Tags: pelatih timnas Indonesia, profil calon pelatih timnas Indonesia, sepakbola Indonesia
Baca Juga




















Kita liat saja bagaimana Alfred Riedl bekerja, tapi menurut saya siapapun pelatihnya. Dengan sistem kompetisi yang carut-marut seperti sekarang ini. Tampaknya tetap akan sulit untuk mengharapkan prestasi. Materi pemain buat timnas pun yang tersedia sangat terbatas dari segi mutu dan sklill. Tanpa pembinaan yang jelas TIDAK MUNGKIN kita dapat mendapatkan TIMNAS SENIOR YANG TANGGUH.
Saya setuju dengan BUNG rezza. Bagaimana kita bisa mendapatkan pemain timnas yang tangguh kalau hampir di posisi penting di klub semuanya di dominasi pemain asing. Kebijakan2 PSSI di Liga Super malah membuat kemerosotan bagi Timnas Senior kita
Ya, memang siapun pelatihnya klo produk kompetisinya jeblok. Pasti tidak akan pernah menuju ke arah prestasi. Fator banyaknya pemain asing memang menjadi alasan utama kita tidak pernah mendapatkan pemain tim nasional yang baik.
Dimasa lalu : Stiker timnas Peri Sandria, matang karena terbentuk dari tendemnya bersama Dejan Glusevic di Bandung Raya
Kemudian : Playmaker Ansyari Lubis matang sebagai diregin Pelita Jaya, berkat kerjasamanya dengan Maboang Kessack (Kamerun) di line tengah Pelita jaya
Stoper Tangguh Nur Alim, terbentuk dengan sentuhan kerjasamanya di kompetisi Liga Dunhill bersama soorang bek senior, Olinga Atangana.
Seorang Fahry Husaini matang setelah klub nya PKT memberikan porsi lebih kepadanya sebagai playmaker di Klubnya. sementara posisi pemain asingnya di isi Striker Fouda Nastsama dan I mandi Justin (Kamerun) di belakang. Bahkan Imandi Justin secara tidak langsung membentuk karakter pemain2 seperti Yudi Kuncahyo dan Jet Donal La’ala yang sempat menjadi pilar tim nasional kita.
Libero Sugioantoro dan “Pace” Charil Anwar terlihat padu setelah mendapatkan pengalaman melalui Justinho Pinhiro (Brazil) di line belakang Persebaya. Dan playmaker brilian Carlos De melo, dengan pengalaman sklill nya membentuk karakter pada diri Uston Nawawi dan Eri Erianto di Lini tengah tim Ajul Ijo..
Dengan pengalaman tersebut ada baiknya PSSI merevisi kembali kebijakannya. Karena tujuan akhir sebuah kompetisi adalah menciptakan Sebuah TIMNASIONAL yang TANGGUH
Gw setuju 100 % sm 3 pendapat di atas. terkusus pendapanya BUNG rezza, emang agak susah bro. klo sistem pimbinaan dan kompetisinya nggak di benahi dulu. Gw skrg dah males banget bt nonton Persib or PSM ( 2 klub kesukaan gw). krn pemain 2 nya di dominasi pemain asing semua. Duet Cristian Gonzalez sm Helton Moreira mematikan kesempatan Airlangga dan Zaenal Arif.. begitu juga di PSM sampe pemain2 asli daerah seperti andi oddang dll. musti hijrah ke klub lain krn nggak dapet tempat di PSM. ini yang ngerusak pembinanan buat timnas kita