Preview Pra Piala Asia 2011 : Indonesia vs Oman
Tim sepakbola nasional Indonesia yang menggunakan logo garuda di dada mereka akan kembali bertanding esok lusa, 6 Januari 2009. Lawan mereka adalah Oman dalam partai hidup mati di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Saat ini Oman berada di posisi ketiga dengan nilai 4(empat) klasemen sementara Grup B pra Piala Asia 2011, sedangkan Indonesia berada di urutan terakhir dengan nilai 3(tiga). Bagi kedua tim, kalah berarti harapan menuju Piala Asia tahun depan punah sudah.
Sejak tahun 1996, atau sudah 14 tahun, Indonesia belum pernah absen dalam kompetisi Piala Asia. Dimulai sejak Piala Asia diadakan di Kuwait 1996, dengan fenomena gol salto Widodo C Putro (saat ini pelatih Persela Lamongan), hingga euforia Piala Asia 2007 di Jakarta. Apakah di bawah kepelatihan Benny Dollo kali ini Indonesia akan gagal meraih tiket ke putaran final Piala Asia 2011, kita tunggu jawabannya besok rabu.
Panitia Pelaksana Pertandingan (Local Organizing Committe) sudah menyiapkan tiket sebanyak 46.000 lembar untuk mengantisipasi animo masyarakat yang ingin menyaksikan duel hidup mati bagi Indonesia dan Oman ini. Selain itu, RCTI juga akan menyiarkan secara langsung pertandingan ini mulai pukul 18.00 WIB. Semoga masyarakat masih menaruh harapan terhadap kiprah tim nasional sepakbola Indonesia di ajang pra Piala Asia 2011 ini.
Indonesia Wajib Menang
Pelatih Indonesia yang juga Direktur Teknik Persija, Benny Dollo, membawa beberapa pemain yang sebelumnya jarang mendapat tempat di tim nasional. Kiper Achmad Kurniawan (Semen Padang) dan Christian Warobay (Sriwijaya FC), menggantikan peran Dian Agus dan Ismed Sofyan yang tidak tergabung dalam timnas kali ini, sedangkan Maman Abdurachman yang juga absen digantikan perannya oleh pemain muda Djayusman Triasdi (Persebaya Surabaya).
Oman sendiri datang ke Indonesia dengan persiapan matang. Meskipun pelatih Oman, Claude Le Roy, mengatakan bahwa mereka kehilangan 10 pemain kuncinya (kiper Bolton Wanderers, Ali Al Habsi, dan striker klub Belgia, R Charleroi, Imad Al Hosni, kemungkinan datang terlambat), namun mereka mampu menahan imbang dan akhirnya menaklukan Singapura di kandang Singapura. Terakhir mereka menang 4-1 atas Singapore Selection melalui gol Fauzi Basheer, Yaqoob AbdullKareem, Hussain Ali dan Osama Hadid.
Sedangkan Indonesia dalam ujicoba mereka kalah dari Kamerun Selection (pemain-pemain Kamerun yang merumput di Indonesia) 1-2, pada tanggal 31 Desember 2009 di SUGBK. Indonesia tertinggal melalui gol Bako Sadissou dan Christian Bekatal sebelum diperkecil oleh Bambang Pamungkas. Lampu kuning bagi Indonesia, Singapura yang sulit ditaklukkan Indonesia dengan mudah ditekuk Oman dengan skor besar, dan hanya sekali ujicoba yang dilakukan Indonesia jelas koordinasi antar lini belum bisa dikatakan padu.
Pemain Indonesia wajib menggunakan 200% tenaga dan keahliannya untuk dapat memenangkan pertandingan ini, jangan menyerah sebelum bertanding dan tetap semangat. Setidaknya hiburlah masyarakat Indonesia dengan permainan atraktif dan cantik. Apapun nanti hasil yang dicapai, sudah waktunya PSSI berbenah. Jangan hanya mampu beralasan pelatih buruk, atau uji coba yang minim, namun juga patut dicari penyebabnya mengapa pelatih buruk yang direkrut dan mengapa ujicoba sangat minim. There is no reason, PSSI!
Posted In: Sepakbola Nasional |Tags: indonesia vs oman, Pra Piala Asia, preview, sepakbola, siaran langsung























