Mampukah Sepakbola Indonesia Berprestasi? (Bagian 2)
lanjutan dari : Mampukah Sepakbola Indonesia Berprestasi? (Bagian 1)
Perbaikan Sepakbola Indonesia
Saat ini yang dibutuhkan adalah sebuah revolusi di dalam tubuh PSSI, bukan hanya terhadap Ketua Umumnya, namun lebih kepada program dan manajerial dari PSSI itu sendiri. Figur Ketua Umum memang penting sebagai penanggung jawab pelaksanaan program, namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana merencanakan dan mengaplikasikan program itu sendiri.
Rencana tanpa perbuatan hanya akan menjadi seonggok kertas dan ucapan yang tidak berguna. Bukan ingin menggurui atau merasa sok tahu, sedikit ingin berbagi demi kemajuan sepakbola Indonesia boleh saja kan? Sebagai wujud cinta kepada sepakbola Indonesia, bicarabola.com juga ingin sedikit mengingatkan kembali tentang bagaimana mewujudkan sepakbola Indonesia yang lebih baik. Meski sudah sering disinggung dalam berbagai media, inilah beberapa hal yang harus diperbaiki oleh PSSI diantaranya.
1. Penegakan Aturan dan Disiplin
2. Perbaikan Manajemen Organisasi
3. Perubahan Pola Pembinaan
4. Peningkatan Profesionalisme Klub
5. Perbaikan Kualitas Mental dan Sikap Pemain
6. Perbaikan Kualitas Perangkat Pertandingan
A. Penegakan Aturan dan Disiplin
Penegakan Aturan dan Disiplin merupakan titik lemah dalam pelaksanaan sepakbola di Indonesia. Dari contoh kecil saja, kalau kita melihat dalam siaran langsung atau berada di dalam stadion, terlalu banyak orang-orang yang tidak berkepentingan berada di bench/tempat duduk pemain cadangan dan berada di area lapangan. Hal-hal kecil ini seringkali dilanggar dan menimbulkan kesan bahwa aturan dalam sepakbola Indonesia mudah dilanggar.
Selain itu, eskipun sudah ada komisi disiplin dan komisi banding, seringkali hukuman mudah sekali diampuni oleh hak prerogatif Ketua Umum, aturan ini sebaiknya ditinjau ulang karena lebih banyak sisi kontroversialnya daripada usaha untuk membangun sepakbola Indonesia.
Yang paling penting adalah berupa manual atau buku pedoman aturan yang dibuat sebaik mungkin dan sedetail mungkin. Jangan sampai aturan yang ada mudah dicari celahnya sehingga penegakan aturan menjadi mubazir. Aturan yang ambigu dan multi tafsir harus segera diganti.
Ingat kasus pemogokan Persipura. Suatu hal yang tidak pantas dilakukan dan sangat menodai fair play hanya diberi hukuman yang menurut saya sangat ringan, karena aturan atau pasal yang ada hanya mampu memberikan hukuman ringan. Memang hukuman tidak boleh mematikan hak untuk keberlangsungan hidup, namun hukuman dibuat untuk memberikan efek jera serta pembinaan bagi sepakbola itu sendiri.
Posted In: Opini Sepakbola |Tags: Opini Sepakbola, PSSI, sepakbola Indonesia, solusi sepakbola Indonesia























