Hak Siar Mahal, Siaran Langsung Sea Games Terancam Tiada
Stasiun televisi di Indonesia terkendala masalah biaya untuk menyiarkan siaran langsung maupun tunda Sea Games 2009 di Laos. Mahalnya hak siar yang diminta oleh panitia penyelenggara memaksa stasiun televisi untuk mundur dan berhitung kembali. Bukan hanya sepakbola, bahkan mencakup semua cabang olahraga.
Kabarnya, panitia penyelenggara SEAG XXV memasang tarif 300 ribu dolar AS (sekitar Rp3 miliar). Belum lagi membayar fasilitas yang tersedia di International Broadcast Centre (IBC), seperti sewa broadband/internet dan sewa satelit yang dikalkulasi mencapai 300 ribu dolar AS pula. Padahal di Sea Games dua tahun lalu, panitia tidak memberlakukan sistem hak siar dan hanya memperkenankan stasiun televisi menyewa booth (tempat) di International Broadcaster Centre (IBC).
Bandingkan dengan hak siar yang dipatok untuk Asian Games 2010, satu tahun mendatang, yang dibanderol 55 ribu dolar AS (sekitar 500 juta). Tentunya sangat disayangkan, mengapa pesta olahraga yang sebenarnya difungsikan untuk mempererat persahabatan bangsa-bangsa di ASEAN ini begitu mahal harga hak siarnya.
Semoga saja ada stasiun televisi yang mau merogoh koceknya lebih dalam untuk meliput siaran langsung maupun tunda Sea Games 2009 ini. Event ini bukan hanya sekedar olahraga, namun juga mempertaruhkan nama baik bangsa. Dan atlet yang bertarung disana pun pasti membutuhkan semangat, dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia.
Dengan adanya siaran langsung, maka kita bisa melihat dan mengapresiasi bagaimana para atlet berjuang demi bangsa. Tentunya kita semua juga sangat ingin mendengarkan langsung lagu Indonesia Raya berkumandang di Laos dan ikut merasakan apa yang dirasakan para atlet disana dalam siaran langsung. Semoga segera ditemukan solusinya.
Posted In: Bolatainment |Tags: 2009, sea games, siaran langsung
























[...] bicarabola.com » Blog Archive » Hak Siar Mahal, Siaran Langsung … [...]