Indonesia Kalah 1-2 Dari Kuwait
Indonesia harus mengakui keunggulan Kuwait 1-2 dalam kualifikasi Piala Asia 2011 di Kuwait S.C. Stadium, pagi ini (15/11/09). Hasil ini membuat peluang Indonesia untuk meneruskan tradisi lolos ke putaran final Piala Asia semakin mengecil. Meski masih menyisakan tiga pertandingan, semuanya harus dimenangkan oleh Indonesia untuk menjaga tradisi ini.
Meskipun ditekan terus menerus oleh tuan rumah Kuwait, Indonesia yang bermain defensif beberapa kali juga mempunyai peluang. Sebuah umpan terobosan kepada M. Ilham sempat membahayakan gawang Kuwait, sayangnya tendangan Ilham masih tepat pada kiper sehingga menghasilkan tendangan sudut. Sepak pojok ini dilakukan oleh Ismed Sofyan, berhasil dimanfaatkan oleh rekan satu klubnya Bambang Pamungkas sehingga Indonesia unggul terlebih dahulu pada menit 32.
Pada babak kedua Kuwait yang tertinggal tidak mengendurkan serangan. Hasilnya pada menit 59, Kuwait menyamakan kedudukan dari titik pinalti. Pelanggaran yang dilakukan M. Ilham terhadap Walied Jumah di kotak pinalti membuahkan pinalti yang sukses dilakukan oleh Bader Al Motawaa. Indonesia yang hanya menempatkan Bambang di area pertahanan Kuwait sangat kesulitan untuk mencetak gol bahkan hanya untuk membahayakan gawang Kuwait sekalipun.
Akhirnya Kuwait berhasil membuat gol kemenangan pada menit 87, kembali melalui striker mereka Bader Al Motawaa. Kedudukan 2-1 bagi keunggulan Kuwait bertahan hingga wasit membunyikan peluit tanda pertandingan telah usai.
Australia Menang
Di pertandingan lain grup B, Australia berhasil menundukkan tuan rumah Oman dengan skor 2-1. Australia tertinggal terlebih dahulu setelah pemain belakang oman Ayil Salim membobol gawang Australia pada menit 15. Australia membalas melalui striker Luke Wilkshire pada menit ke 43 sehingga babak pertama kedudukan menjadi 1-1. Pada babak kedua, Brett Emerton membuat gol kemenangan Australia pada menit ke 82.
Dengan hasil ini, Australia melaju sendirian sebagai pemuncak klasemen grup B dengan poin 7 dari empat pertandingan. Hasil ini memperketat persaingan di grup B. Saat ini Indonesia berada di posisi juru kunci ke dengan nilai 2 dari tiga kali pertandingan, sedangkan Kuwait berada di posisi kedua dengan nilai 6 dari tiga kali pertandingan. Oman yang telah menyelesaikan empat pertandingan berada di posisi ketiga dengan nilai 4.
Pertandingan selanjutnya mempertemukan Indonesia melawan Kuwait di Stadion Gelora bung Karno, Jakarta. Pertandingan ini sangat menentukan langkah Indonesia menuju Piala Asia 2011. Semoga saja permainan defensif tidak lagi dipakai oleh tim nasional Indonesia dan lebih mencari kemenangan supaya langakah menuju putaran final tetap terjaga.
Posted In: Sepakbola Dunia, Sepakbola Nasional |Tags: Hasil Pertandingan, Kuwait vs Indonesia, Pra Piala Asia
Baca JugaLCA 2010 : Persipura Dihancurkan Changchun Yatai 0-9





















Bendol PENAKUT
Kalah sblm bertanding
Mental pelatih macam apa ini
Pantas saja timnas Indonesia ndak mgkn menang
PSSI Pilih pelatih musti selektiflah
Jangan macam si Bendol
Omongnya saja Besar
PSSI musti segera ambil keputusan utk tentukan pelatih yg berkarakter
Dan pny mental.
Saya pikir Ivan Kolev salah satu nama yg sgt layak dipertimbangkan
Krn prestasinya 2X bawa Indonesia ke putaran Final
Piala asia, itu proven!
Bung Nurdin Lu sebaiknya segera mundur
PSSI ndak kan bisa maju krn anda
Tahu diri donk
Segera pilih pelatih PSSi sekelas Guus Hiddink. Dan harus sabar menunggu hasil 2-3 tahun. Ketua Umum PSSI juga segera diganti.
Pertandingan yang sangat memalukan. tapi mental 1/2 hati timnas di landasi oleh pernyataan sang ketua umum NH sebelum keberankatan squad ke Australia/ yang menyatakan sklil pemain timnas saat ini sangat buruk yang membuat keterpurukan di prestasi timnas” . terkesan kehancuran timnas saat ini bukan salah Bung NH. Tapi salah pemain timnas sendiri. Sudahlah BUNG NH..kami sudah lelah denganmu..lebih bijaksana Mundurlah
Saya pikir timnas memerlukan pelatih skaliber Hank Wullems lagi. Yang memeiki konsep startegi dan ahli dalam meracik pasukan timnas. satu lagi kelebihannya adalah pendekatan letupan psikologis dari seorang Henk Wullems. Model pelatih seperti inilah yang mampu memimpin Timnas Senior kita. Tak perlulah kita mengontarak seorang Gus Hiddink. Mungkin lebih realistis kita bisa mencoba Bora Milutinovi? atau Stanley Brard (Feyenoord) kwlitas keduanya cukup bisa di andalkan.
Dan saya pikir sudah saatnya juga regenerasi di tubuh timnas, berikut ini nama2 yang saya recomendasikan untuk timnas senior dimasa datang :
Belakang: Desaya Desnam (Persiwa), Suroso (Arema Mallang), Djayusman Triasdi (PSM), Rachmat Latif (PSM), Mat Hallil (Pesebaya)
Tengah : Emanuel Wanggai (Persipura),Ferdinand Alfred Sinaga (Pelita Jaya U21),Riski Novriansyah, (Pelita Jaya u21), Titus Bonay (PKT & Persipura junior), Oktavianus Maniani (Persita & mantan PON Papua), Paolo Rumere (Persipura), Stevie Bonsapia (Persipura)
Depan: Andy Odang (Pesebaya)
Menurut saya ada baiknya BTN sekarang berkonsentrasi untuk mebangun timnas masa depan. Karena materi timnas yg sekarang ini rasanya sudah mentok. Dan saya pikir bayak pemaoin2 muda berbakat yg perlu di maksimalkan. Saya memprediksi skuad Timnas Indonesia dimasa datang
Berikut Ini materi tim nasional 2012…
Formasi inti : 4-3-3
Kiper : Tri Windu Anggono (SAD)
Belakang :Ricardo Salampesy (Persipura),Djayusman Triasdi (PSM), Rachmat Latif (PSM) Alfin Ismail Tuasalamony (SAD)
Tengah : Abdul Rahman Lestaluhu (SAD), Emanuell Wanggai (Persipura),Feri Firmansyah (SAD)
Depan : Syamsir Alam (SAD), Irvin Munseng (mantan AJAX), Boaz Sallosa (Persipura)
Cadangan :
Kiper : Kurnia Mega (Arema Malang),Samsidar (PSM), Frenky Irawan (PSM)
Belakang
esaya Desnam (Persiwa), Suroso (Arema Mallang),Ferdiansyah (SAD), Nugroho Mardianto (Persebaya),Hamka Hamzah (Persisam), M. Robby (Persik), Mikael Detubun (PKT)
Tengah : Yericho Christiantoko (SAD),Ferdinand Alfred Sinaga (Pelita Jaya U21),Riski Novriansyah, (Pelita Jaya u21), Titus Bonay (PKT & Persipura junior), Oktavianus Maniani (Persita & mantan PON Papua), Paolo Rumere (Persipura), Stevie Bonsapia (Persipura) , Ian Kabes (Persipura)
Depan : Vava Mario Yagalo (SAD), Andika Yudistira (mantan PSMS),KK. Frengkiwe (Persebaya mantan Persipura), Jajang Mulyana (Pelita)