Syamsir Alam
Syamsir Alam mungkin sudah begitu akrab di telinga para pecinta sepakbola Indonesia. Namun mungkin pembaca bicarabola.com belum begitu mengetahui sosok sebenarnya dari pesepakbola masa depan Indonesia ini. Pemain anggota tim nasional U-19 yang akan berlaga mulai besok (07/11/09) ini merupakan andalan tim Indonesia di lini depan.
Pemain muda berusia 17 tahun ini lahir pada tanggal 6 Juli 1992. Dengan tinggi badan 175 cm, pemain ini tergolong berpostur tubuh rata-rata, namun Cesar Payovich, pelatih tim Indonesia U-19 asal Uruguay, sangat mengandalkan pemain ini. “Dari segi fisik dan teknik, Syamsir Alam saat ini memang yang terdepan diantara pemain SAD yang lain. Kemampuan dribel dan pergerakan tanpa bolanya sangat baik…” ujar Cesar.
Apalagi ditambah jam terbangnya yang sangat mumpuni. Sejak berusia 12 tahun, Syamsir telah menjadi anggota tim nasional Indonesia U-14. Selain itu, Syamsir sudah pernah berlatih di Belanda bersama timnas U-23 dan tim-tim yunior Divisi Utama Belanda. Kemampuan ini dibuktikan Syamsir ketika berguru di Uruguay dengan menjadi top score tim SAD Indonesia bersama tandemnya Sahlan Sodiq.
Menurut Roberto Regis Milano, agen yang mengurusi SAD Indonesia selama di Uruguay, Syamsir sudah mendapat perhatian dari para pemain belakang yang berlaga di Quinta Division Uruguay. “Dalam beberapa pertandingan terakhir, ia selalu mendapatkan pengawalan ketat dari pemain belakang lawan. Ke depannya ia akan semakin mendapat penjagaan ketat karena sudah mulai disegani,” kata Roberto.
Mampukan Syamsir Alam membawa Indonesia lolos ke putaran final U-19 Asia yang akan berlangsung tahun depan? Kita tunggu saja kiprahnya besok hingga tanggal 17 November mendatang. Apapun yang akan dialami oleh tim U-19 Indonesia nanti, Syamsir tetap menjadi aset yang berharga bagi sepakbola Indonesia. Semoga Syamsir tidak cepat puas dan terus mengasah kemampuannya agar mimpi menjadi pemain besar di Indonesia, Asia, bahkan Dunia dapat tercapai.
Posted In: Sepakbola Nasional |Tags: profil, sahlan sodiq, syamsir alam, U-19 Indonesia

























[...] Syamsir Alam hanya sekali mendapat peluang emas sayang tendangannya masih jauh di atas mistar gawang Singapura. Peluang Indonesia lebih sering terjadi dari tendangan jarak jauh, dan lagi-lagi arah bola selalu berada di atas gawang Singapura. Malapetaka pun terjadi ketika di menit 69, pemain belakang Singapura, Mohana Madhu, berhasil mencetak gol setelah menerima umpan dari Luo Eugene. Gol ini tercipta karena terlambatnya bek Indonesia, Yericho, menerapkan strategi offside. [...]
Hebat atuh si Syamsir euy….