CCTV dalam Stadion
CCTV (Closed Circuit Television) saat ini sedang ramai dibicarakan, terkait dengan tampilan gambar bom di Ritz Carlton dan JW Marriott. Pelaku bom bunuh diri dapat teridentifikasi setelah melihat rekaman dalam CCTV sehingga kerja aparat kepolisian sangat terbantu dengan adanya gambar bergerak tersebut. Orang mulai melihat bahwa fungsi CCTV sangat penting di dalam pengawasan terhadap area asetnya.
Namun CCTV belum banyak diaplikasikan di dalam stadion sepakbola di Indonesia, padahal beberapa negara sudah mulai memasang alat ini untuk mengawasi pergerakan suporter. Pengawasan sangat penting dalam pengamanan pertandingan sepakbola, sebuah titik awal kericuhan dapat segera diredam apabila fungsi pengamatan dilakukan secara maksimal. Penonton dalam jumlah besar, selain mendatangkan keuntungan, juga menambah adanya resiko ancaman dalam keamanan di stadion.
Penempatan CCTV Dalam Stadion
CCTV menyediakan kemudahan dalam pengawasan suatu lokasi dengan sangat beragam dan luas. Pengamatan ini dapat ditampilkan secara real time (langsung) ataupun sistem tunda (rekaman). Terbatasnya jumlah personil keamanan akan sangat terbantu dengan adanya alat ini. Namun, CCTV juga memerlukan operator yang handal untuk pengoperasiannya, sehingga setiap kejadian dapat terpantau.
CCTV dalam stadion dapat ditempatkan di area yang mampu menjangkau seluruh penonton dan di area penonton masuk dan keluar, karena area inilah yang seringkali terdapat kerawanan keamanan. Desak-desakan penonton dan perilaku yang menjurus kepada provokasi dapat diredam setelah melihat tayangan dari CCTV.
Jumlah uang yang dikeluarkan memang tidak sedikit dengan pengadaan CCTV, namun rasa aman dan nyaman yang dicari oleh para penonton sepakbola, akan banyak terbantu dengan pengadaan alat ini. Roda bisnis dalam sepakbola pun akan semakin terangkat ketika penonton merasa nyaman datang ke stadion. Jadi, kapan stadion di Indonesia terpasang CCTV?
Posted In: Pengamanan Sepakbola |Tags: cctv stadion, Pengamanan Sepakbola























