Sepakbola Indonesia Sepakbola Indonesia
[19 May 2012 | No Comment | ]

Kemenangan atas Mauritania dengan skor 2-0 di pertandingan pertama Turnamen Internasional Palestina (Al-Nakba Cup) 2012 membuat tim nasional (timnas) Indonesia selangkah lagi lolos ke semifinal. Pada pertandingan terakhir di babak penyisihan grup, Indonesia akan menghadapi tim nasional Kurdistan. Kemenangan akan membawa Indonesia melangkah ke …

Read the full story »
Home » Pengamanan Sepakbola

Sejarah Kekerasan dalam Sepakbola

11 August 2009 2 Comments




Sepakbola selalu identik dengan fanatisme pendukungnya, seringkali fanatisme ini menjurus pada sebuah perilaku yang negatif. Kecurangan dan kekalahan menjadi sebuah alasan pembenaran dalam tindakan anarkisme. Slogan yang selalu dicanangkan dalam setiap kegiatan sepakbola “Fair Play” seringkali ditabrak oleh arogansi ego yang berlebihan.

King Edward II, Raja Inggris, pada tahun 1314 sempat menggagas sebuah larangan untuk memainkan pertandingan sepakbola melalui titahnya. “Sepakbola adalah permainan setan yang dibenci Tuhan,” serunya. Pelarangan ini diikuti beberapa negara di Eropa karena kekerasan yang ditimbulkan dari permainan memperebutkan bola ini. Pada saat itu, sepak bola dianggap kampungan karena menggunakan tengkorak manusia sebagai bola.

Di Eropa, permainan sepakbola awalnya adalah sebuah permainan yang brutal. Yunani pada 800 tahun sebelum masehi, sejarah mengatakan bahwa sepakbola sudah dikenal disana dengan nama “Episkyro” dan “Harpastrum“. Penulis Romawi, Horatius Flaccus dan Virgilius Maro menyebut Harpastrum sebagai permainan biadab. Suatu kali harpastrum pernah dimainkan oleh lebih dari 100 orang. Karena itu sepak bola lebih mirip kerusuhan massal.

Perubahan Aturan Sepakbola

Aturan dalam sepakbola sebenarnya sudah dikenal pada jaman sepakbola purba. Di Cina, Tsu chu yang berarti “menendang bola” lahir dari kepercayaan Cina kuno. Menurut penulis Li You (55-135), bola itu melambangkan bulan yang amat sakral dan dua tim yang berlawanan melambangkan yin dan yang. Permainan ini sudah mengenal wasit, dia memimpin pertandingan dan menghitung skor.

Permainan sepakbola menjadi lebih beradab ketika Giovanni Bardi dari Italia membukukan aturan dalam permainan sepakbola. Hal serupa diikuti oleh Richard Mulcaster dari Inggris, dengan bukunya “Position Where in Those Primitive Circumstanes be Examined”. Kepala Sekolah Merchant Taylor’s dan St. Paul itu menyerukan perlunya pembatasan pemain dan wasit. dalam buku tersebut, beliau menganjurkan pengurangan kekerasan dan mementingkan aspek kebugaran.

Hingga saat ini, aturan dan regulasi dalam sebuah pertandingan sepakbola selalu mengikuti perkembangan jaman. FIFA sebagai induk organisasi sepakbola teringgi di dunia selalu mencoba membuat aturan dalm sepakbola, tujuannya adalah sepakbola yang enak ditonton dan menjadi hiburan yang nyaman bagi masyarakat luas. Bagaimana dengan Indonesia? Ancaman terbesar dalam sepakbola Indonesia saat ini masih berupa kerusuhan, entah kapan akan berakhir.

Posted In: Pengamanan Sepakbola |

Tags: , ,

Infogue.com Infogue.com

2 Comments »

  • [...] ini selalu menjadi momok bagi kompetisi sepkbola Indonesia. Sebuah regulasi yang patut dimaklumi, ancaman terbesar dalam sepakbola adalah kerusuhan, jadi wajar kalau BLI membutuhkan jaminan keamanan dalam setiap penyelenggaraan [...]

  • [...] [...]

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar....