Match Steward di Indonesia
Dalam regulasi Badan Liga Profesional Indonesia terbaru, setiap klub harus memiliki jaminan ijin penyelenggaran pertandingan sepakbola dari kepolisian dalam satu tahun. Hal ini untuk mengantisipasi perubahan jadwal yang selama ini selalu menjadi momok bagi kompetisi sepkbola Indonesia. Sebuah regulasi yang patut dimaklumi, ancaman terbesar dalam sepakbola adalah kerusuhan, jadi wajar kalau BLI membutuhkan jaminan keamanan dalam setiap penyelenggaraan pertandingan.
Sebagai sebuah olah raga tontonan yang berbasis pada fanatisme pendukungnya, sepakbola selalu mendapat citra sebagai pemicu kerusuhan. Bukan hanya kerusuhan, kejahatan kriminal umum seperti pencopetan hingga pelecehan seksual sering terjadi dalam arena sekitar stadion sepakbola. Kalau sampai akhirnya kepolisian di republik ini menolak atau tidak mengijinkan suatu pertandingan sepakbola, tentunya mempunyai alasan yang kuat.
Meskipun rawan dan memiliki resiko yang cukup tinggi, masyarakat tetap berduyun-duyun menonton sebuah pertandingan sepakbola. Laki-laki dan perempuan, tua serta muda, bahkan anak-anak begitu rela meluangkan waktunya untuk menonton perebutan sebuah bola oleh 22 (dua puluh dua) pemain ini.
Metode Pengamatan, Mencegah Membesarnya Kerusuhan
Kalau anda adalah seorang penggemar tontonan sepakbola, tentunya tidak asing dengan yang namanya “match steward“. Seorang petugas dengan rompi menyala yang menghadap ke arah penonton untuk mengawasi tingkah laku penonton, itulah match steward. Mereka mengontrol dan memberikan informasi mengenai suporter dan memberikan pertolongan cepat apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Fungsi pengamanan tidak hanya menggelar pasukan, namun metode pengamatan (surveillance) amat diperlukan untuk mencegah titik-titik api kerusuhan menjadi semakin membesar. Dasar dari metode ini adalah identifikasi, yang kemudian ditindaklanjuti dengan evaluasi serta perlakuan terhadap kerawanan dan ancaman yang muncul. Meskipun kewenangan match steward sangat terbatas, namun mampu menjadi mata dari setiap pergerakan ancaman dari penonton.
Selama ini selalu dikeluhkan oleh penonton, bahwa petugas pengamanan cenderung ikut menonton pertandingan daripada mengamankan pertandingan itu sendiri. Namun dengan pembenahan aturan dari BLI dalam manual liganya, untuk mewajibkan adanya match steward dalam setiap pertandingan, metode ini dapat dilaksanakan.
Dengan adanya aturan dalam manual liga, serta pemahaman pengamanan dari pelakunya yang dilengkapi dengan profesionlits, maka kasus pelarangan penyelenggaraan pertandingan akan mampu direduksi. Citra aman sepakbola Indonesia yang meningkat, akan menepis sinisme sepakbola sebagai ajang kerusuhan massal. Dengan demikian roda bisnis dalam sepakbola akan semakin terpacu untuk maju.
Posted In: Pengamanan Sepakbola |Tags: ancaman dan kerawanan dalam sepakbola, Match Steward di Indonesia, metode pengamatan, Pengamanan Sepakbola



















